๐ Hadits Keempatpuluh: Hiduplah Seperti Orang Asing
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma โ hadits yang agung tentang pandangan hidup seorang muslim di dunia: seakan-akan orang asing atau pengembara yang tidak menetap, serta pemanfaatan waktu dan kesempatan sebelum ajal menjemput. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Terjemahan Indonesia:
โDari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah ๏ทบ memegang kedua pundakku seraya bersabda: 'Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau orang asing atau pengembara (yang melewati jalan).' Dan Ibnu Umar berkata: 'Jika engkau berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan menghadapi) sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk (persiapan menghadapi) kematianmu.'โ (HR. Bukhari)
Kosa kata:๐ ุจูู ูููููุจูููู : kedua pundakku๐ ุบูุฑููุจู : orang asing๐ ุนูุงุจูุฑู ุณูุจูููู : pengembara / musafir yang lewat๐ ุฃูู ูุณูููุชู : engkau berada di sore hari๐ ุฃูุตูุจูุญูุชู : engkau berada di pagi hari
Pandangan Hidup Seorang Muslim di Dunia
๐ก Insight Utama: Rasulullah ๏ทบ memberikan nasihat yang sangat mendalam kepada Ibnu Umar dengan memegang pundaknya โ tanda kasih sayang dan perhatian khusus. Dunia ini bukanlah kampung halaman kita yang permanen, melainkan tempat persinggahan sementara. Seorang muslim hendaknya hidup di dunia seperti orang asing (gharib) โ tidak merasa nyaman menetap lama, atau seperti pengembara (abiru sabil) โ yang terus berjalan menuju tujuannya (akhirat). Ada empat pesan utama: (1) Jangan menunda amal, (2) Manfaatkan setiap waktu, (3) Manfaatkan kesehatan sebelum sakit, (4) Manfaatkan hidup sebelum mati.
Hiduplah seperti orang asing Tidak terikat dengan dunia, tidak merasa nyaman menetap lama, karena sebentar lagi akan pergi meninggalkannya.
ุฃููู ุนูุงุจูุฑู ุณูุจูููู
Atau seperti pengembara Seperti musafir yang singgah sebentar di bawah pohon lalu berangkat lagi. Dunia hanyalah persinggahan.
"Jika engkau berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore." โ Jangan menunda amal saleh, karena kematian bisa datang kapan saja.
"Gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan menghadapi) sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk (persiapan menghadapi) kematianmu."
Rincian Empat Pesan Penting Hadits
#
Pesan
Penjelasan
Amalan Praktis
1
Jangan menunda amal
"Jika sore, jangan tunggu pagi. Jika pagi, jangan tunggu sore" โ karena kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga.
Shalat tepat waktu, segera bertaubat, segera tunaikan kewajiban.
2
Manfaatkan kesehatan sebelum sakit
Ketika sehat, kita memiliki tenaga dan kesempatan untuk beribadah. Jangan tunda sampai sakit yang melemahkan.
Shalat sunnah, puasa sunnah, haji, sedekah, dan amal fisik lainnya.
3
Manfaatkan hidup sebelum mati
Kehidupan adalah kesempatan emas untuk beramal. Setelah mati, tidak ada lagi kesempatan bertaubat atau beramal.
Semua amal saleh, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, doa anak saleh.
4
Hidup seperti orang asing/pengembara
Tidak terikat dengan dunia, tidak menjadikannya tujuan utama, fokus pada akhirat.
Zuhud, qanaah, tidak rakus harta, wara', dan selalu mengingat kematian.
Prinsip "Optimalkan Waktu": Seorang muslim tidak boleh menunda amal saleh. Setiap malam ia tidak tahu apakah akan bertemu pagi, setiap pagi ia tidak tahu apakah akan bertemu sore. Maka, segeralah beramal sebelum terlambat.
Dunia adalah Persinggahan, Bukan Kampung Halaman
Seorang musafir yang singgah di bawah pohon untuk berteduh sebentar, lalu ia berangkat kembali meninggalkan tempat itu. Ia tidak membangun istana di bawah pohon, tidak mengumpulkan harta di sana, dan tidak merasa bahwa tempat itu adalah kampung halamannya.
Demikian pula dunia ini: Kita hanya singgah sebentar, lalu akan kembali ke kampung halaman sejati (akhirat). Maka janganlah kita terlalu terikat dengan dunia, jangan mengumpulkan harta dengan cara haram, dan jangan lupa tujuan utama kita.
Kesempatan Emas: Kesehatan Sebelum Sakit, Hidup Sebelum Mati
Rasulullah ๏ทบ bersabda: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara:"
Mudamu sebelum datang masa tuamu
Sehatmu sebelum datang sakitmu
Kayamu sebelum datang miskinmu
Waktu luangmu sebelum datang sibukmu
Hidupmu sebelum datang kematianmu
(HR. Al-Hakim, Baihaqi)
Penerapan dalam Kehidupan
Jangan tunda taubat: "Aku akan bertaubat besok" โ bisa jadi besok sudah mati.
Jangan tunda shalat: "Nanti saja setelah ini" โ bisa jadi waktu shalat habis.
Jangan tunda puasa sunnah, sedekah, haji jika mampu โ kerjakan sekarang.
Jangan tunda kebaikan kepada orang tua/keluarga โ sebelum terlambat.
Kandungan & Pelajaran Penting
Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.
Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu โ waktu muda, sehat, kaya, waktu luang, dan hidup.
Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah untuk kehidupan akhirat.
Hati-hati dan khawatir terhadap azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati-hati agar tidak tersesat.
Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya โ pergaulan yang buruk bisa menjerumuskan.
Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat (niat yang benar).
Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal saleh.
Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar agar dia memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Ini menunjukkan pentingnya perhatian guru kepada murid dan kesungguhan dalam menyampaikan ilmu.
Tema-Tema dalam Al-Qur'an
๐ Hakikat kehidupan dunia:
QS. Ali Imran 3:185, QS. Yunus 10:24
๐ Optimalisasi setiap kesempatan:
QS. Al-'Ashr 103:1-3, QS. Al-Insyirah 94:7
๐ Dunia sebagai permainan dan kelengahan:
QS. Al-Hadid 57:20, QS. Al-Ankabut 29:64
๐ Kematian pasti datang:
QS. Ali Imran 3:185, QS. Al-Jumu'ah 62:8
Keterkaitan dengan Hadits Sebelumnya
Hadits Ke-31 (Zuhud)
Hadits ke-31 mengajarkan zuhud terhadap dunia. Hadits ke-40 ini memperkuat dengan perumpamaan konkret: hidup seperti orang asing atau pengembara โ tidak terikat dengan dunia.
Hadits Ke-19 (Jagalah Allah)
Hadits ke-19 mengajarkan "jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu". Hadits ke-40 ini mengajarkan bagaimana caranya: dengan tidak terikat pada dunia dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Tanya Jawab Seputar Hadits "Hidup Seperti Orang Asing"
Tidak. Yang dimaksud adalah kondisi hati, bukan kondisi fisik. Seorang muslim boleh memiliki harta, rumah, dan bisnis, tetapi hatinya tidak terikat dan tidak lalai dari Allah. Ia sadar bahwa semua itu titipan sementara dan akan ditinggalkan. Orang asing tidak akan membangun istana di negeri yang akan ia tinggalkan sebentar lagi โ demikian pula seorang muslim tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
Rasulullah menganjurkan untuk mengingat kematian namun tidak berlebihan hingga putus asa. Mengingat kematian secara proporsional akan membuat kita lebih semangat beramal, tidak menunda-nunda kebaikan, dan tidak terlalu terikat pada dunia. Dalam keseharian, cukup dengan membaca doa, ziarah kubur sesekali, dan merenung bahwa hidup ini singkat. Ini bukan untuk membuat tertekan, tetapi untuk memotivasi.
Maksudnya: ketika kita sehat, kita memiliki tenaga dan kesempatan untuk beramal yang mungkin tidak bisa dilakukan saat sakit. Contoh: shalat malam (tahajud), puasa sunnah, haji, umrah, bersedekah, membantu orang lain, dan belajar agama. Jangan tunggu sampai sakit yang melemahkan baru ingin beramal, karena bisa jadi sudah tidak mampu.
Tidak bertentangan. Hadits ini mengatur sikap hati (jangan terikat dunia), sementara hadits lain mengatur amalan duniawi (bekerja keras). Seorang muslim harus bekerja untuk dunianya (mencari nafkah, membangun peradaban) dengan sungguh-sungguh, namun hatinya tidak terikat dan ia selalu ingat akhirat. Ini adalah keseimbangan (tawazun) dalam Islam.
๐ Kesimpulan Hadits Keempatpuluh
Hadits yang agung ini mengajarkan pandangan hidup seorang muslim terhadap dunia: jangan menganggap dunia sebagai kampung halaman yang permanen, tetapi hiduplah seperti orang asing (gharib) atau pengembara (abiru sabil) yang tidak menetap lama. Empat pesan utama: (1) Jangan menunda amal โ karena kematian bisa datang kapan saja, (2) Manfaatkan waktu sebelum habis โ jangan tunggu pagi jika sudah sore, (3) Manfaatkan kesehatan sebelum sakit โ karena sakit akan melemahkan amal, (4) Manfaatkan hidup sebelum mati โ karena setelah mati tidak ada kesempatan bertaubat. Semoga kita menjadi hamba yang selalu sadar bahwa dunia hanya persinggahan, dan fokus mempersiapkan bekal untuk kampung akhirat.
Berseri: Hadits Keempatpuluh Satu (Jangan Berlebihan & Patuh pada Pemimpin) akan dibahas pada bagian selanjutnya insya Allah.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sadar akan singkatnya dunia, yang tidak terikat padanya, dan yang selalu mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat. Aamiin.